Hari Anak Nasional

Hari Anak Nasional (HAN) yang diperingati setiap tanggal 23 Juli, merupakan perwujudan upaya penghargaan atas anak-anak Indonesia. Seperti kita tahu jika nasib anak-anak di Indonesia masih banyak yang memprihatinkan, masih banyak yang tidak sekolah ataupun mendapatkan pendidikan yang layak. Padahal di lain pihak banyak anak-anak yang berkecukupan, tetapi kurang kasih sayang dari para orang tuanya karena kesibukan masing-masing. Hal ini menjadi perhatian Pemerintah untuk selalu memberikan yang terbaik bagi anak-anak Indonesia.

 

Pada saat Indonesia merayakan HAN, akan banyak persembahan dari, untuk, dan oleh anak-anak. Menyambut tahun 2010, masih belum banyak perubahan yang mungkin dirasakan oleh anak-anak Indonesia, karena program Pemerintah yang mencanangkan sekolah gratis bagi anak-anak yang tidak mampu pun belum berjalan dengan semestinya. Tetapi patut kita hargai atensi dan usaha Pemerintah bagi kelangsungan pendidikan demi masa depan bangsa.

 

Perayaan HAN, banyak memberikan dukungan bagi anak-anak Indoensia, terbukti dengan banyaknya “hadiah-hadiah” yang diberikan Pemerintah untuk kita semua. Pemberian remisi bagi tahanan anak-anak merupakan salah satu hadiah yang diberikan, memang bukan bermaksud membenarkan apa yang telah diperbuat, akan tetapi memberikan kesempatan bagi mereka adalah hal yang baik. Merayakan secara besar-besaran dan mengundang semua anak-anak yang berprestasi untuk hadir dan menghibur Presiden dan wakilnya, merupakan suatu kebanggan yang tidak terbantahkan.

 

Munculnya peringatan HAN, karena pada dasarnya setiap anak perlu mendapat perlindungan atau hak untuk memperoleh kebebasan, keadilan dan kedamaian di antara masyarakat. Anak-anak lebih memerlukan perhatian, dukungan dan keamanan di bandingkan dengan kelompok umur yang lain yang lebih dewasa serta lebih dapat menetukan baik dan buruknya dalam membuat pilihan hidup. Masa depan dunia terletak di tangan anak-anak yang memerlukan dukungan kesehatan mental dan keamanan yang terjamin. Sehingga sebagai anak-anak harapan bangsa, kita dapat berpotensi untuk terus berkarya tanpa rasa takut.

 

Sebagai seorang anak, hendaknya kita selalu melakukan kewajiban, yaitu belajar dan terus berkreasi membuat inovasi yang bisa membaggakan orang tua dan bangsa. Akanlah sangat tidak adil jika kita selalu menuntut hak, tanpa menghiraukan kewajiban. Kerjakan kewajiban, baru menuntut adalah ciri anak muda yang berorientasi ke depan dan tidak pamrih dengan apa yang dilakukannya, karena tipe seperti itu akan selalu memandang hasil yang dicapai, meskipun tidak mendapat penghargaan, hal itu bukanlah masalah. Pastinya sebagai anak muda yang berpotensi, kita ingin memberikan yang terbaik bagi bangsa ini.

Selamat Hari Anak Nasional!




« kembali ke index
Get the Flash Player to see this player.

 
 
 
 
Copyright © 2009 LIFEBUOY Clear Skin. All rights reserved.