Tanah Air Beta: Petualangan Berlatar Sejarah

Cerita dibuka dengan situasi yang menggambarkan para pengungsi sedang berjalan 8 km dari Timor Leste menuju daerah Tuapukan dan Uabelo, Nusa Tenggara Timur (NTT) karena rasa kebangsaan yang besar, mereka memilih tinggal di Indonesia. Di tengah para pengungi tersebut, seorang anak dan ibunya menemui seorang relawan (Lukman Sardi) untuk menanyakan kabar keluarganya yang terpisah. Yaitu, Merry (Griffit Patricia), seorang anak berumur 10 tahun, dengan ibunya Tatiana (Alexandra Gottardo) yang berumur 29 tahun. Merry terpisah dengan abangnya Mauro (Marcell Raymond) dititipkan kepada pamannya di Timor Leste

 

Pengungsi lainnya adalah Abu Bakar (Asrul Dahlan) terpisah dengan istri yang baru seminggu dinikahinya, dan selalu membantu Tatiana. Selain itu ada pasangan keturunan Cina, yaitu Ko Ipin (Robby Tumewu) dan istrinya Ci Irene (Thessa Kaunang), yang selalu ramah dan baik kepada Tatiana dan Merry.Tatiana, menjadi pengajar pada kamp darurat di tempat pengungsian tersebut. Merry dan Carlo (Yehuda Rumbini), adalah murid-muridnya. Carlo sering sekali mengganggu Merry, karena dia sebatang kara sehingga mencari bentuk perhatian dengan selalu bertindak usil kepada Merry. Tiba pada puncaknya kemarahan Merry setelah Carlo memaksa untuk meminjam harmonika Merry yang diberikan oleh Mauro kakaknya, pada akhinya harmonika itu terlempar dan tercebur ke dalam sungai

 

Hampir setiap malam, Merry yang sangat merindukan kakaknya, selalu berinterkasi dengan bantal yang disarungi dengan baju kakaknya, seakan-akan dia sedang berkomunikasi dengan kakaknya. Tatiana pun merindukan anaknya, sehingga rutin mencari kabar ditemani Abu Bakar, namun saat menerima kabar terkahir dari relawan, raut muka Tatiana pun berubah murung. Suatu ketika,  Merry merasakan ketakutan ketika ibunya batuk-batuk, kemudian teringat cerita Carlo jika ibunya meninggal karena batuk-batuk dan mengeluarkan darah. Berlarilah ia mencari pertolongan kepada dokter (Ari Sihasale) untuk menyembuhkan ibunya. Ketika ibunya sedang dirawat, tak sengaja Merry mendengar pembicaraan serius antara ibunya dan Abu Bakar, bahwa Mauro, kakaknya tidak ingin bertemu dengan ibunya, tetapi masih ingin bertemu dengan Merry. Mendengar kabar itu, Merry langsung berlari ke rumah, memecakan tabungannya dan membawa foto keluarganya

 

Tatiana panik tidak menemukan Merry di rumah, meminta tolong Abu Bakar untuk mencari Merry, tetapi karena khawatir pada keadaan Tatiana yang sedang sakit akhirnya menyuruh Carlo mencari. Rasa bersalah dan karena rasa sayangnya kepada Merry yang sudah dianggap sebagai adiknya, Carlo pun mengejar Merry yang nekat menuju perbatasan. Selain banyak terdapat adegan lucu dalam film ini, terdapat pula adegan menyentuh, seperti saat Merry menyuruh Carlo mengganti kaosnya yang sudah kotor dan basah dengan kaos yang sebenarnya akan Merry berikan kepada kakaknya sebagai hadiah.

Keseluruhan film karya Alenia Pictures ini sangat layak ditonton, karena berisi pesan moral, seperti jika ada kemauan di situ pasti ada jalan atau jangan mencuri meskipun dalam keadaan terdesak dan lapar, seperti Carlo yang rela mencuci piring untuk mendapatkan dua bungkus nasi demi Merry. Dan selalu ingat untuk cuci tangan setelah beraktivitas apalagi ketika akan makan, karena mencegah kuman masuk dan bisa menjadi penyakit.

 


Pasti liburan kalian akan lebih berkesan jika menonton film yang sarat makna ini dan berlatar sejarah bangsa serta menyajikan keindahan tempat bernama Atambua, NTT.

 

Get the Flash Player to see this player.

 
 
 
 
Copyright © 2009 LIFEBUOY Clear Skin. All rights reserved.