


Belakangan nama Sandhy Sondoro banyak terdengar di dunia musik dalam negeri. Dengan meluncurkan lagu berjudul malam biru, Sandhy Sondoro coba untuk menyapa para pecinta musik di tanah air. Sambutan yang diterima di negeri asalnya ini pun sangat positif dan nama Sandhy Sandoro langsung mencuat ke permukaan, bahkan tidak sedikit pula yang kini menjadi fans setianya.
Melihat latar belakangnya, Sandhy Sondoro memang lahir dari keluarga yang mencintai musik. Masa kecilnya Sandhy sering mendengarkan orang tuanya memainkan lagu-lagu Pop Amerika, folk, jazz dan blues. Semenjak itu lagu-lagu soul & blues banyak mempengaruhi kecintaanya terhadap musik. Saat masih duduk di bangku SMA Sandhy mulai bermain band dengan teman-temannya. Disana Sandhy sering membawakan lagu-lagu rock dari Van Halen, Mr Big atau The Black Crowes. Di umur 18 tahun akhirnya Sandhy pergi ke California untuk menemui pamannya dan tinggal untuk beberapa saat sampai akhirnya memutuskan pergi ke Berlin untuk belajar arsitektur.
Disinilah seorang Sandhy Sandoro mulai menemukan jalan karirnya. Di Berlin Sandhy hidup seorang diri sehingga dia harus bisa mandiri untuk bisa bertahan disana. Untuk itu Sandhy mulai mencari akal bagaimana agar ia dapat membiayai studi, makan, dan kebutuhannya sehari-hari. Hasratnya untuk bermusik akhirnya dijadikan cara untuk bisa bertahan hidup disana. Sandhy mulai bernyanyi dari pub ke pub, di metro, sampai jalanan-jalanan di kota Berlin. Di jalanan kota Berlin inilah Sandhy berkenalan dengan sejumlah musisi dan produser dan akhirnya memulai karir musik profesionalnya disana.
Walau sudah lama memulai karir musiknya disana, Sandhy Sondoro mulai dikenal publik Jerman ditahun 2007 lewat ke ikut sertaannya di ajang kontes musik seperti American Idol yang ada disana. Di ajang tersebut Sandhy mampu mencuri perhatian dan akhirnya sanggup menembus peringkat 5 besar. Kemampuan Sandhy dalam menyanyi, menulis, dan mengaransemen lagu cukup disegani dikalangan musisi papan atas di Jerman. Setahun berikutnya Sandhy merilis album bertitel why don’t we yang menjadi album solo pertamanya. Album perdananya tersebut mendapat apresiasi positif di belantika musik Jerman dan juga banyak kalangan di benua eropa.
Sandhy Sondoro mulai dikenal luas setelah dia mampu menjuarai kontes menyanyi internasional New Wave 2009 di Latvia. Kontes menyanyi tersebut merupakan kontes menyanyi yang cukup populer dan juga disiarkan langsung diberbagai negara seperti Ukraina, Georgia, Belarus, Kazakstan, Finlandia, Perancis, Italia, dan Rusia. Dari 17 finalis dari 14 negara, Sandhy Sondoro merupakan finalis satu-satunya dan yang pertama yang berasal dari Asia tenggara.
Perjalanan Sandhy di kontes tersebut begitu hebat. Hari pertama kontes tersebut Sandhy sudah mendapat nilai yang nyaris sempurna. 11 dari total 12 juri memberikan nilai sempurna 10, sementara juri yang satu memberikan nilai 9. Poin yang sama juga didapat Sandhy pada hari berikutnya. Di hari yang ketiga Sandhy benar-benar memukau para juri sehingga 12 orang juri memberinya nilai sempurna 10. Seluruh penonton yang hadir menyaksikan kontes tersebut langsung berdiri dan memberikan tepuk tangan panjang yang sangat meriah. Hebatnya lagi, selain lagu `end of rainbow` Sandhy juga membawakan lagu ciptaannya yang berbahasa Indonesia ‘malam biru’.
Dihari terakhir Sandhy mengumpulkan perolehan nilai yang sama dengan Jamala, peserta dari Ukraina, yang juga difavoritkan karena suara lengkingannya yang khas. Akhirnya juri memutuskan mereka berdua menjadi pemenang New Wave 2009. Dua pemenang dalam kontes musik New Wave ini merupakan yang pertama kali sepanjang sejarah pagelaran kontes musik tersebut. Masing-masing pemenang mendapatkan hadiah uang sebesar 50.000 euro dari pihak penyelenggara. Namun bagi Sandhy apresiasi positif kepadanya diajang tersebut lebih bernilai buatnya. “Bagi saya kemenangan bukanlah hal utama, yang terpenting adalah sambutan publik (Latvia) yang luar biasa, yang benar-benar diluar dugaan saya”, ujarnya.
Selanjutnya nama Sandhy Sondoro makin banyak dikenal di benua biru tersebut. Kesuksesan yang diraihnya tidak membuatnya melupakan negara asalnya.Sandhy Sondoro akhirnya datang ke Indonesia untuk menyapa penikmat musik di tanah air dengan lagu-lagunya. “Saya ke Indonesia hanya untuk say hello. Kalau bisa diterima, syukur. Kalau enggak, ya engga apa-apa”, ucapnya. Sandhy langsung mengisi banyak acara televisi maupun off air termasuk pagelaran festival jazz international Java Jazz 2010 yang lalu. Suara emas miliknya mampu menghipnotis para pendengarnya disini. Prestasi luar biasa Sandhy Sondoro di Eropa juga terdengar sampai para penikmat musiknya disini. Prestasi yang dicapainya memberikan inspirasi kepada banyak orang dan tentunya membuat harum nama Indonesia di mata Internasional.















